Euro 2 dan Euro 3
Posted by Rienova | Label :
Pengetahuan Umum
| 0 Comments
Euro 2 dan Euro 3 – Euro atau standar emisi Euro adalah
standar yang ditetapkan oleh Negara Negara uni Eropa (EU) berkaitan dengan
regulasi ambang batas emisi gas buang CO (Carbon Monoxide). HC (Hidro Carbon)
dan NOx (Nitrogen Oxide) pada sebuah kendaraan bermotor. Banyak masyarakat awam
kadang menyangka kalau EURO itu sama
dengan kemampuan mesin atau semacam teknologi dalam sebuah kendaraan. Hal
tersebut salah, Standar EURO adalah acuan tata kelola kualitas udara yang
digunakan oleh sebuah Negara. Standar ini telah digunakan hamper diseluruh Negara,
termasuk Negara Negara Asia.
Standar emisi euro (EURO 1) mulai diperkenalkan pada tahun
1993. Pada tahun 1996 dilanjukan dengan standar emisi EOURO 2 yang masih mengatur
standar gas bang kendaraan khusus bus dan truk. Dan diperkenalkan kembali EURO
3 ditahun 2000, EURO 4 ditahun 2005 dan EURO 5 ditahun 2008. Standar EURO ini
harus dijalankan secraa bertahap. Di Indonesia saat ini telah mulai menerapkan
standar emisi EURO 3.
Selain teknologi yang digunakan pada sebuah mesin, hal yang
mempengaruhi kualitas gas buang adalah kualitas bahan bakar yang dipakai. BBM
yang diproduksi di Indonesia sendiri hanya mempunyai kualitas standar emisi EURO
2. Untuk itulah Indonesia belum meningkatkan standar emisi ke EURO 4.
Teknologi Injeksi atau lebih dikenal dengan PGM FI yang
telah dikembangkan Honda berkontribusi dapat menekan kadar emisi yang
dihasilkan oleh ruang bakar (CO, HC dan NOx) pada sebuah sepeda motor, sehingga
system PGM FI lebih mudah mencapai standar EURO yang lebih tinggi, misalnya EURO
3.
Standar emisi EURO sangat berperan penting dalam menjaga
kelestarian lingkungan khususnya berkualitas udara di suatu Negara. Dengan
pengunaan EURO 3akan membawa banyak leuntungan bagi banyak pihak, baik
masyarakat umum, industry maupun pemerintah. Bagi masyarakat umum khususnya
konsumen pengunaan kendaraan bermotor, hal ini sangat bermanfaat yaitu konsumsi
bahan bakar jauh lebih hemat. Yang lebih penting adalah gas buang yang keluar
lebih ramah lingkungan. Dengan lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan
dapat mengurangi biaya bahan bakar tiap harinya, serta berkurangnya beban biaya
kesehatan akibat penurunan kualitas udara

0 komentar:
Post a Comment